Belajar Bahasa Korea untuk Pemula [ Korean Language Guide] » omalip

Belajar Bahasa Korea untuk Pemula [ Korean Language Guide]

Sebelumnya perkenalkan, nama saya adalah Arief Riyanto. Dulu saya mengikuti kursus belajar bahasa Korea untuk mengikuti ujian EPS topik tahun 2017. Saya akan berbagi pengalaman saya seputar bahasa Korea yang saya pelajari.

Ini adalah kartu ujian saya dan ijazah yang saya terima dari BNP2TKI.

Ijazah kelulusan ujian EPS topik
Kartu ujian EPS topik Korea

Note : maaf hasil fotonya buram, karena diambil waktu malam hari (Menggunakan flash).

Belajar bahasa Korea sebenarnya sangat mudah. Sama seperti pelajaran anak TK 😁. Dulu saya belajar mirip sekali anak TK. Dari menghafal huruf, menghafal kosakata dan belajar merangkai kata. Dan kata pertama yang saya rangkai adalah 너를 사랑해.( Cinta kamu ).

Alasan saya mempelajari bahasa Korea adalah karena bahasa nya yang unik dan dulu saya juga termasuk fans dari girlband 2NE1 (sekarang udah bubar). Sehingga setelah lulus sekolah saya memutuskan untuk ingin bekerja di Korea.

Sekarang kita masuk ke pembelajaran. Saya akan bagikan sedikit tips agar kalian bisa cepat menguasai bahasa Korea. Yang harus kalian pahami adalah dasar-dasar nya dulu. Seperti huruf hangeul, memahami pertikel penanda, pola kalimat dan akhiran kalimat.

4 dasar yang harus dikuasai untuk belajar bahasa Korea

Langkah awal dalam belajar bahasa Korea adalah menguasai huruf hangeul, memahami partikel penanda, mengerti pola kalimat dan akhiran kalimat (Repot amat ya😂). Santai saja akan saya jabarkan satu persatu.

Belajar bahasa Korea itu harus berawal dari keinginan dan kecintaan terlebih dahulu. Barulah kamu semangat dalam mempelajari hal baru tentang bahasa Korea.

Kita mulai saja menjabarkan dari keempat dasar yang wajib dikuasai tersebut.

1. Huruf hangeul

Awal dari belajar bahasa Korea adalah tau dan mengerti huruf hangeul. Huruf hangeul adalah huruf Korea atau abjad Korea yang unik dan berasal dari negara Korea sendiri.

Hangeul atau huruf Korea diciptakan oleh Raja Sejong yang Agung (1397 – 1450) pada tahun 1443 masa Dinasti Jeoseon. Sama seperti huruf Indonesia, huruf hangeul juga memiliki huruf konsonan dan huruf vokal. Bedanya huruf konsonan Korea hanya ada 14 dan huruf vokalnya sampai 10. (banyak banget ya vokalnya)

Itupun juga baru huruf dasar nya saja. Dalam bahasa Korea ada huruf konsonan rangkap dan vokal rangkap. Dalam bahasa Indonesia itu seperti huruf ‘ Ng ‘. Atau kalau jaman dulu seperti huruf ‘tj’ (C).

Agar tidak memperpanjang postingan, jadi saya tuliskan huruf hangeul dan cara membacanya di halaman huruf Korea. (Klik tulisan warna biru untuk pergi ke halaman tersebut)

#Dulu untuk menguasai huruf hangeul saya membutuhkan waktu sekitar 1 Minggu. Itu juga saya tulis berulang-ulang di buku oret-oretan saya. ^_^

Setelah bisa menguasai huruf hangeul, tahap belajar bahasa Korea selanjutnya adalah memahami pertikel penanda dalam bahasa Korea.

2. Partikel penanda

Partikel penanda adalah dasar belajar bahasa Korea kedua yang wajib dipelajari. Karena jika kita paham Partikel penanda, kita bisa menentukan mana subjek, objek dan predikat dalam bahasa Korea.

Partikel penanda adalah partikel yang melekat pada subjek, objek dan topik. Singkatnya partikel penanda itu seperti pasangan. Pertikel ini digunakan untuk mempermudah mengetahui mana subjek, mana objek.

Dalam bahasa Korea ada 3 partikel penanda. Yaitu partikel penanda subjek, partikel penanda topik, dan partikel penanda objek.

Apabila kamu paham tentang partikel penanda. Saya jamin, untuk mengartikan kalimat bahasa Korea kamu tidak akan mengalami kesulitan. Jadi perhatikan baik-baik tentang partikel penanda ini.

#1. Partikel penanda topik ( 은 [eun] / 는 [neun] )

Seperti namanya, partikel ini digunakan untuk menandai topik pembicaraan dari sebuah kalimat. Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia 은 [eun] / 는 [neun] itu tidak memiliki arti. Letak dari partikel ini biasanya setelah kata benda dan setelah subjek.

Kapan harus menggunakan 은 [eun] dan kapan harus menggunakan 는 [neun] ?

Dalam bahasa Korea, sebuah kata memiliki akhiran. Sama seperti bahasa Indonesia. Misalkan dalam bahasa Indonesia contoh dari kata “buku”. Kata “buku” memiliki akhiran ‘u’ (vokal). Itu artinya partikel penanda yang cocok digunakan adalah 는 [neun]. Begitu juga sebaliknya, apabila akhiran dari kata itu konsonan, maka gunakanlah partikel 은 [eun].

Rumus:
Kata berakhiran konsonan + 은
Kata berakhiran vokal + 는

Untuk contoh dan tips memahami nya, silahkan lanjutkan membaca di halaman partikel penanda topik bahasa Korea 은 [eun] / 는 [neun]

#2. Partikel penanda subjek 이 [i] / 가 [ga]

Partikel ini digunakan untuk menandai subjek dalam kalimat. Loh kok sama dengan 은 [eun] / 는 [neun]? Memang hampir sama, tatapi ini beda dalam penggunaan nya. Agar tidak bingung akan saya bagikan contoh dalam bahasa Indonesia.

Contoh kalimat:
Kemarin saya belajar

Menurut kamu dalam kalimat tersebut, mana yang menjadi topik dan mana yang menjadi subjek. Ya… ‘Kamarin’ adalah topik dan ‘saya’ adalah subjek. Alasannya?

Pada contoh kalimat diatas, orang tersebut sedang membicarakan kegiatannya kemarin. Jadi topik dari yang ia bicarakan adalah tentang ‘kemarin’. Dan kata ‘saya’ dijadikan subjek karena kata ‘saya’ yang melakukan kegiatan belajar.

Rumus:
Kata berakhiran konsonan + 이
Kata berakhiran vokal + 가

Sebenarnya masih banyak lagi hal yang harus dijelaskan terkait partikel tersebut. Akan saya jelaskan di halaman Partikel penanda Subjek bahasa Korea 이 [i] / 가 [ga] .

#3. Penanda partikel objek 을 [eul] /를 [reul]

Partikel ini digunakan untuk menandai sebuah objek dalam kalimat. Letaknya setelah kata benda yang menjadi objek dalam kalimat.

Rumus:
Objek berakhiran konsonan + 을
Objek berakhiran vokal + 를

Contoh penggunaan dalam bahasa Indonesia nya:

Saya makan roti. 

Jika dalam bahasa Korean akan menjadi: saya는 roti를 makan.

Loh, kenapa jadi “saya roti makan” ?. Inilah uniknya bahasa Korea. Objek letaknya sebelum predikat. Untuk contoh lain dan penggunaan partikel ini, kalian bisa pelajari di halaman Partikel penanda objek bahasa Korea.

Mengapa kalimat “saya makan roti” menjadi “saya roti makan” ?

Akan saya jelaskan lebih detail nya pada dasar belajar bahasa Korea yang ketiga, yaitu pola kalimat.

3. Pola kalimat bahasa Korea

Pola kalimat adalah susuan dari subjek predikat dan objek pada sebuah kalimat. Pola kalimat bahasa Indonesia adalah S P O. Sedangkan dalam bahasa Korea adalah S O P. Untuk Keterangan bisa ditempatkan dimana saja, kecuali diakhir kalimat.

Kita akan belajar dari kalimat yang paling sederhana dulu. Seperti yang sudah saya contohkan diatas. Dalam kalimat:

Saya makan roti   saya roti makan
S P O S O P
Indonesia Korea

Hanya berbeda pada letak objek dan predikat nya saja. Jika kita paham pola kalimat bahasa Korea. Maka dalam mengartikan bahasa Korea ke bahasa Indonesia akan sangat mudah.

Saya akan contoh kan dalam tulisan Korea:
Saya = 나 mendapatkan partikel penanda는
Makan = 먹다 mendapatkan akhiran formal습니다
Roti = 빵 mendapatkan partikel penanda을

나는 빵을 먹습니다 (saya makan roti)

Untuk mempelajari pola kalimat negatif dan pola kalimat tanya, kalian bisa pelajari selengkapnya dihalaman pola kalimat bahasa Korea.

Mari kita lanjutkan ke pembahasan selanjutnya tentang akhiran bahasa Korea.

4. Akhiran bahasa Korea

Akhiran adalah dasar belajar bahasa Korea yang terakhir. Setelah mengetahui huruf Korea (hangeul), Partikel penanda dan pola kalimat. Langkah selanjutnya adalah mengetahui akhiran bhs Korea.

Jika sudah mengetahui keempat dasar belajar bahasa Korea, saya yakin kalian pasti sudah bisa menyusun sebuah kalimat sederhana.

Sebenarnya akhiran bahasa Korea itu bermacam-macam. Ada akhiran formal, informal, akhiran untuk kalimat tanya dan lainya sebagai. Intinya banyak (hehe). Biar tidak bingung, mari kita pelajari dasar nya saja.

Kita ambil dari contoh diatas saja. Yaitu kata 먹다(mokda) menjadi 먹습니다.(moksemnida). 먹다 Adalah kata dasar yang artinya makan. Setiap kata dasar Korea pasti berkahiran 다. Apabila kata tersebut diberi akhiran formal. Maka akhiran 다 akan dihilangkan dan diganti dengan akhiran ㅂ니다/습니다(akhiran formal). Paham kan?

Sekarang kita membahas akhiran formal dan informal dulu. Mengapa harus ada akhiran formal dan informal sih?. Sebenarnya akhiran itu digunakan pada saat kita berbicara dengan siapa. Jika berbicara kepada orang yang lebih tua, maka gunakanlah akhiran formal. Apabila ke sesama atau yang lebih muda gunakan akhiran informal.

Saya jelaskan secara singkat saja. Akhiran formal menggunakan ㅂ니다/습니다. Sedangkan akhirnya informal Menggunakan 아요/어요/여요/해요.

Untuk pengguna dan contoh dalam kalimat. Silahkan baca pada halaman akhiran bahasa korea formal dan informal.

Belajar Menyusun Kalimat dalam Bahasa Korea

Nah tahapan belajar bahasa Korea selanjutnya adalah menyusun sebuah kalimat. Kita akan mencoba menyusun dari kalimat yang sederhana dan menyusun 2 kalimat yang dijadikan satu (penggabungan kalimat).

Berbekal 4 dasar belajar bahasa Korea sebelumnya. Saya jamin pasti kamu sudah bisa menyusun sebuah kalimat sederhana bahasa Korea. Apa bila masih kesulitan dalam menulis huruf Korea gunakan bahasa Indonesia saja terlebih dulu.

Contoh: (S) saya는 (O) bahasa korea (P) menulis습니다.

Sangat mudah bukan.? Hanya menguasai 4 dasar saja. Kita sudah bisa menyusun sebuah kalimat sederhana dalam bahasa Korea. Sekarang kita hanya perlu mengulang-ulang 4 dasar tersebut sampai hafal dan paham.

Tips menyusun kalimat dalam bahasa Korea

Untuk mempermudah dalam menyusun kalimat dalam bahasa Korea. Saya berikan sedikit tips, yang bisa kalian terapkan. Berikut tips menyusun kalimat bahasa Korea:

1. Perhatikan pola kalimat

Ingat kan pola kalimat bahasa Korea selalu S, O, P apabila ingin ditambahkan K (keterangan), maka menjadi K, S, O, P / S, K, O, P / S, O, K, P . K (keterangan) bisa diletakkan dimana saja, kecuali setelah P (predikat).

2. Perhatikan Partikel penanda dan akhiran

Untuk Partikel penanda dan akhirnya sudah saya jelaskan di atas. Jadi kalian tinggal memahami nya saja. Setelah menuliskan sebuah kata, jangan lupa untuk memberi nya Partikel penanda. Dan apabila ingin mengakhiri kalimat gunakan akhiran kalimat.

Lalu bagaimana cara menulis kalimat yang sudah ditambahkan kata penghubung, pengandaian dan perbandingan?

Untuk melakukan nya, tentunya kalian harus belajar lagi tentang kata sambung dan bahasa Korea dan penggunaan nya.

Berikut beberapa materi yang akan membantu kalian dalam menyusun sebuah kalimat bahasa Korea:

Kata sambung bahasa Korea

Dalam menyusun sebuah kalimat bahasa Korea yang lengkap, pasti kita butuh sebuah kata sambung. Kata sambung tersebut adalah dan, atau, jika, kemudian, walupun dan masih banyak lagi.

Saya akan bahas yang sering digunakan saja. Yaitu dan, atau, kemudian. Untuk kata sambung yang lain, kalian bisa pelajari di halaman kata sambung bahasa Korea dan penggunaan nya.

Baiklah, kita mulai saja ke kata sambung yang pertama yaitu:

1. Dan ( 과/와, 랑/이랑, 하고 )

Penggunaan ‘dan’ dalam sebuah kalimat sangat diperlukan. ‘dan’ digunakan untuk menghubungkan 2 kata yang dilakukan secara bersamaan.

Dalam bahasa Korea ‘dan’ memiliki arti 과/와, 랑/이랑, 하고. Semua nya memiliki penggunaan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, silahkan pelajari dihalaman kata sambung ‘dan’ bahasa Korea.

2. Atau ( 나 /이나, 고나)

Atau digunakan untuk kalimat pilihan. Contoh, mau makan nasi atau roti? Nah pada situasi ini kita bisa menggunakan 나/이나.

Sedangkan 고나, digunakan pada kerja. Contoh belajar atau menulis.

Untuk penjelasan yang lebih detail dan contoh penggunaan pada kalimat. Silahkan pelajari di halaman kata sambung ‘atau’ bahasa Korea.

3. Kemudian/Lalu/Selanjutnya (고)

고 disini digunakan untuk menggabungkan 2 kalimat. Karena orang Korea suka berbicara singkat, penggunaan 고 juga sering digunakan.

Contoh, saya pergi ke pasar. Kemudian saya pergi ke rumah sakit. Untuk menggabungkan kedua kalimat tersebut kita bisa menggunakan 고,

Sehingga menjadi,

saya pergi ke pasar 고 pergi ke rumah sakit.

Untuk contoh dalam bahasa Korea. Bisa pelajari di halaman kata sambung ‘kemudian’ bahasa Korea.

Sampai tahap ini, apabila kita sudah bisa menghafal beberapa kata sambung bahasa Korea. Maka untuk menyusun sebuah kalimat bahasa Korea yang lengkap sangat lah mudah.

Jadi jika disimpulkan, belajar Menyusun kalimat bahasa Korea hanyalah:

  • Memperhatikan pola kalimat
  • Memperhatikan Partikel penanda
  • Memperhatikan akhirnya
  • Memperhatikan kata sambung

Tahap belajar bahasa Korea selanjutnya adalah mempelajari pengucapan dan cara bicara bahasa Korea.

Belajar berbicara bahasa Korea dengan benar

Dalam bahasa Korea, ada sebuah perubahan bunyi apabila sebuah huruf bertemu dengan huruf lain. Istilah lainya ‘tajwid’ (jika belajar membaca Alqur’an). Dan kita wajib mempelajari nya, agar kita tau cara membaca bahasa Korea yang benar.

Istilah perubahan bunyi dalam bahasa Korea disebut batchim (밭침). Ada beberapa huruf batchim yang memiliki bunyi masing-masing. Kalian bisa mempelajari lebih lanjut pada halaman huruf batchim Korea.

Jadi, untuk bisa berbicara dalam bahasa Korea dengan pengucapan/pelafalan yang tepat. Kalian bisa mempelajari poin-poin berikut ini:

1. Mempelajari bacthim (밭침)

Definisi Batchim [ 받침 ; diucapkan ‘patchim‘] dalam tata bahasa Korea adalah konsonan akhir dari suku kata. yaitu huruf konsonan hangeul yang apabila berada pada akhir suku kata memiliki bunyi yang berbeda dan ketika berada di awal suku kata atau bila digabungkan dengan suku kata berikutnya akan menghasilkan bunyi yang berbeda juga.

Berikut salah satu contoh batchim batchimnㄱ bertemu ㅁ:

한국 [han-guk] + 말 [mal] = 한국말 [han-gung-mal]

Dalam contoh kata 한국말 di atas terdapat sebuah ‘batchim’.

yaitu ‘k/g’ [ㄱ ] bertemu ‘m’ [ㅁ ] pada suku kata 국말. Sehingga dibaca gung-mal bukan guk-mal.

Bunyi batchim (huruf konsonan akhir) ㄱ apabila bertemu dengan huruf selanjutnya ㅁ maka bunyinya dibaca ‘ng’

한국말 = han-gukmal, menjadi han-gungmal

2. Mempelajari intonasi

Intonasi disini bisa di samakan dengan nada cara membaca sebuah kalimat. Untuk mempelajari intonasi membaca, kalian bisa melakukan nya dengan cara menonton drama Korea.

Sedikit tips, orang Korea akan memiliki jeda membaca pada saat setelah topik/subjek dan setelah kata sambung.

Contoh: 나는, 책과 연필을 사고, 식당에서 먹고 싶어요.

naneun…(jeda)…chaek kwa yeonpirel sago…(jeda)…sikdang eseo moggosipeoyo

#Lebih jelas nya, pahami langsung dan dengarkan percakapan dalam drama Korea.

Mengapa belajar berbicara bahasa Korea sangat penting?

Tentu saja tujuan utamanya adalah agar orang Korea yang kita ajak bicara tidak kebingungan karena pelafalan kita yang kurang tepat.

Contoh dalam bahasa Inggris, kata ‘one’ dibaca ‘wan’. Lalu bagaimana jadinya, apabila kita mengucapkan ‘one’ kepada orang Inggris. Maka akan terjadi kesalahan pahaman. Kurang lebihnya seperti itu.

Belajar bahasa Korea sampai tahap ini, kita sudah bisa menulis, menyusun kalimat dan mengucapkan/berbicara bahasa Korea.

Selanjutnya adalah memperbanyak kosa kata dan memperlancar apa yang sudah dipelajari.

Belajar bahasa Korea tingkat Lanjut

Dalam pembahasan tingkat lanjut akan saya bahas melalui posts post terbaru. Contoh nya seperti panggilan sayang Korea, kosakata bahasa Korea, percakapan bhs Korea dan semua yang berkaitan dengan Korea.

Jadi keep update yaa 친구, atau untuk lebih mudah nya bisa melihat daftar posts belajar bhs Korea tingkat lanjut dibawah ini.

Klik ikon folder untuk menampilkan

5 thoughts on “Belajar Bahasa Korea untuk Pemula [ Korean Language Guide]

  1. wahh bagus bangett mudah ternyata ya belajar bahasa korea asalkan kita memiliki kecintaan terlebih dahulu pada kebudayaan korea akan mempermudah semangat kita dalam belajar bahasa korea

  2. Terima kasih tips” nya.. jd mudah belajar bhs korea. lanjutkan artikel yg lain yahh biar bermanfaat bagi orang lain. 😊😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *